BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Periode
kekaisaran Rusia berakhir tahun 1917. Selama periode itu, pemerintahan otokrasi
Rusia hanya berpihak pada kaum Feodal. Dengan masuknya kapitalisme di tangan
Tsar, kesenjangan sosial terasa semakin bertambah berat. Dari kondisi inilah
Kaum Liberal dan Sosialis-Komunis lalu mengakhiri Tsar dan menggantinya dengan
pemerintahan yang sama sekali baru. Revolusi sosial tahun 1917 telah mengubah
Rusia menjadi komunis dalam imperium Union of Sonyet Socialist Republics (USSR).
Dari Rusia mulailah komunisme disebarkan ke seluruh dunia dan mengancam
negara-negara kapitalis Barat. Pemimpin komunis mulai dari Lenin, Stalin sampai
Chornenco adalah sosok proletar yang mendogmakan Optimisme Marxisme-Laninisme
yang terus direvisi. Ironisme, dogma itu disampingkan dengan teror dalam
praktek rezim yang totaliter.
Pada
Perang Dunia II, duet Amerika Serikat dan Uni Sovyet menunjukkan posisi
dominasinya. Tetapi kemudian keduanya saling bersaing berebut supremasi
adidayanya dalam Perang Dingin antara Blok Komunis dan Kapitalis-Demokrasi. Sejak
Presiden AS Truman sampai George Bush penyebaran komunis ditentang dengan aksi
pembendungan dan penangkalan. Setelah berkali-kali terlibat konflik,
langkah-langkah détente terus direalisasikan, walau ketegangan itu masih ada.
Akhirnya kekalahan berada di pihak Uni Sovyet. Keadaan ekonominya terkuras dan
ideologinya tak dapat menjawab kenyataan zaman. Gorbachev (1985-1991) ingin
memperbaiki kerusakan Uni Sovyet melalui Glasnost dan Perestroikanya. Ternyata
programnya itu hanya menjadi dadakan runtuhnya komunis Uni Sovyet dan menandai
berakhirnya Perang Dingin selama 40 tahun.
Amerika
Serikat sekarang menjadi Superpower tunggal. Hegemonitasnya dapat dilihat dan
dirasakan setiap tindakannya menjadi polisi dunia. Nilai-nilai Americana
dijadikan tatanan global, sehingga setiap negara bahkan Perserikatan
Bangsa-bangsa (PBB) ditempatkan berada dibawah kemauannya. Dominasi (AS) luar
biasa meliputi segala bidang. Padahal yang dilakukan Amerika Serikat (AS) tidak
lebih dari dalih-dalih untuk menguasai minyak dunia. Akibatnya ini muncul
jaringan terorisme internasional. Sasarannya jelas, AS dan kawan-kawannya.
Sekarang AS mendapat lawan baru, oleh karena itu As memimpin Perang Global
membasmi terorisme.
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Pembatasan
Masalah
Pembahasan
ini hanya membatasi pada masalah mengenai “Runtuhnya Komonisme di Eropa Timur,
dan Hegemoni Amerika Serikat”.
Perumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
perkembangan Uni Sovyet yang pernah menjadi adidaya menyaingi kekuatan Amerika
Serikat.
2. Bagaimanakah
hegemoni Amerika Serikat dan dominasinya atas Uni Sovyet sehingga Uni Sovyet
mengalami keruntuhan.
3. Bagaimanakah
sejarah kontemporer Amerika Serikat mengingat peran yang demonitasnya
mempengaruhi perkembangan dunia.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk
mengetahui perkembangan di Uni Sovyet yang pernah menjadi adidaya menyaingi
kekuatan Amerika Serikat.
2. Untuk
mengetahui hegemoni Amerika Serikat dan dominasinya atas Uni Sovyet sehingga
Uni Sovyet mengalami keruntuhannya.
3. Untuk
mengetahui sejarah kontemporer Amerika Serikat mengingat peran yang dimainkan
mempengaruhi perkembangan Dunia.
D. Metode Penelitian
Yang
dimaksud metode penelitian adalah (Wagiono, 1994:30) “urutan langkah-langkah
untuk melaksanakan penelitian berikut penjelasan tentang alat-alat yang
digunakan untuk melaksanakan langkah-langkah tersebut”.
Langkah-langkah
yang dilaksanakan harus logis dan sistematis sehingga siapapun yang
melaksanakan penelitian dengan metode yang sama akan memperoleh hasil yang sama
atau dengan tingkat kesalahan yang dapat diperhitungkan.
Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Metode
Historis dalam penelitian manurut Winarno Surakhmad (1989:132) “berusaha
mencari penjelasan mengenai sesuatu gejala pada masa lampau dan masih
memungkinkan diadakan penelitian pada masa sekarang”.
Tujuannya
adalah untuk melakukan rekonstruksi fenomena masa lalu secara sistematik,
obyektif dan akurat dan menjelaskan fenomena masa sekarang atau mengantisipasi
fenomena masa yang akan datang. Selanjutnya pendekatan metode penelitian yang
digunakan bervariasi.
1. Library
Research (penelitian pustaka)
Mengadakan
penelitian terhadap data-data sekunder pada buku-buku perpustakaan atau
dokumen. Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang pendapat pakar dan teori
dari jenis karya ilmiah. Aplikasinya adalah mencatat kutipan pendapat-pendapat
pakar dari buku dan tulisan lainnya.
2. Heuristik
Metode
Heuristik adalah (Louis Gottschalk, Terj. Nugroho Notosusanto, 1986:46)
“pengumpulan sumber tertulis yang didapat berupa dokumen tidak langsung seperti
buku sejarah, artikel dan publikasi lain yang pada dasarnya sebagai sumber
sekunder”.
Sumber
sekunder dikasudkan untuk memudahkan analisis informasi kejadian masa lampau
yang berarti bagi masa sekarang dan mendatang. Aplikasinya melakukan pengkajian
dari berbagai sumber buku yang relevan sebagai data sekunder.
3.Kritik Sumber
Dalam
menentukan kredibilitas informasi dan kelayakan materi maka dilakukan pengujian
eksternal dan internal terhadap sumber-sumber sejarah yang menurut Winarno
Surakhmad (1989:134-136)
a. Kritik
eksternal yaitu suatu penetapan dan kelayakan informasi yang diterima dengan menetapkan
keaslian atau otientik data dengan melakukan kajian otentitas tunggal, waktu
dan tahun pembuatannya.
b. Dengan
menetapkan apakah informasi yang diterima ada unsur keterpaksaan atau kritik
internal yaitu suatu proses penetapan kelayakan yang diterima tidak dapat
memberikan informasi.
Kritik
sumber dalam penelitian ini mengandung kredibilitas dan kalayakan informasi
yang bersifat eksternal artinya sumber-sumber informasi tertulis keabsahan dan
keaslian. Dengan lain perkataan sumber yang berupa dokumen tertulis baik dari
buku atau informasi tertulis lain bisa dipertanggung jawabkan sebagai sumber
yang kredibel.
Aplikasinya
penelitian ini hanya menggunakan kritik eksternal karena pembahasannya
menggunakan data sekunder dari kajian pustaka.
4. Herneneutika
Dalam
melakukan penelitian ini sumber informasi tertulis dikumpulkan, dianalisis,
kemudian diinterpretasikan. Cara yang dilakukan adalah informasi dari kajian
pustaka ditafsirkan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang maksimal. Oleh
karena itu seorang peneliti harus berpikir kritik dan memiliki pemahaman yang
cermat terhadap pembahasan topik masalah yang diteliti. Aplikasinya peneliti
ini melakukan analisis secara kritis terhadap hasil kajian sumber data sekunder
kemudian diinterpretasikan sebagai satu kesimpulan.
5. Metode
Diskriptif
Metode
diskripsi adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk meneliti sekelompok
manusia, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa
pada masa sekarang.
Tujuan
dari penulisan ini adalah (Muh. Nazir, 1985:63) “untuk membuat diskripsi,
gambaran atau lukisan secara sistematis, vaktual dan akurat mengenai
fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara venomena yang diselidiki”.
6. Historiografi
Pada
tahap akhir metode penelitian yang dilakukan adalah (Arief Furham, 1982:51)
“mencoba mensintesakan peristiwa sejarah yang diperoleh melalui hasil rekaman
sejarah serta diuraikan secara bertahap dan berturut-turut”.
Pada
dasarnya peristiwa sejarah telah direkam dan ditulis oleh para sejarawan dan
terus dilakukan analisa sehingga buku-buku kajian sejarah selalu mengalami
perubahan.
Aplikasinya
bahwa hasil penelitian sebagai bagian dari kajian yang relevan, karena
penelitian sejarah terus berkembang dan hasilnya dapat dijadikan reverensi pada
masa sekarang dan yang akan datang.
BAB II
HASIL PENELITIAN
A. Diskripsi Informasi Penelitian
1. Komunis
Rusia dan Perkembangannya
a. Pemerintahan
komunis Rusia
1) Rusia
pada masa akhir Tsar Nicholas II
Di
zaman yang sudah berkembang liberalisme di Eropa Barat, kaisar Nicholas II
(1896-1917) masih mempertahankan sistem kekuasaan pemerintah yang absolud.
Paham liberalisme adalah paham Revolusi Prancis yang telah meluas pengikutnya
di Eropa. Paham ini mulai masuk di Rusia maka tradisi pemerintahan absolud
mendapat kecaman dari kaum leberalisme dan sosialisme. Sebab sistem
pemerintahan semacamini kaum Feodal bangsawan menindas rakyat jelata sebagai
yang tertindas. Kepemilikan tanah hanya dimonopoli kaum Feodal Bangsawan.
Rakyat kecil hanya menjadi petani pengarap tidak berbeda dengan sistem
perbudakan. Kalaupun rakyat punya tanah, hanya dimiliki secara kolektif (mir)
akhirnya tanah mir ini dikuasai oleh satu orang diantara mereka yang disebut
petani kulak. Persoalan ini telah ditentang kaum liberal sejak zaman Tsar
Alexander II (1855-1881). Pada waktu itu lalu dikeluarkan Undang-Undang
Emansipasi tahun 1861 tentang kepemilikan tanah dan Undang-Undang Zemtvo tahun
1864 tentang otonomi daerah maka untuk
pertamakali
di Rusia ada keterwakilan golongan rakyat (Duma) dimana rakyat dilibatkan dalam
urusan kekuasaa. Tetapi dizaman Tsar Nicholas II ini masalah monopoli tanah dan
pembentukan wakil rakyat tidak ada realisasinya. Sementara itu Rusia memasuki
zaman dibangunnya industrialisasi dan modernisasi modal kapital diperoleh dari
pinjaman Tsar dengan Prancis. Industrialisasi dalam perkembangannya dimaksudkan
untuk mengejar ketinggalannya dengan negara barat. Untuk menjaga setabilitas
industrinya dilakukan proteksi industri. Kaum buruh di Rusia sudah mulai tumbuh
dan juumlahnya semakin bertambah. Kemajuan industrialisasi di Rusia ternyata
membawa kritik kaum Sosialis Marxis. Paham sosialisme telah mulai dipopulerkan
George Plekhanov tahun 1898. Pada intinya kritik kaum Marxis adalah
kecaman-kecaman terhadap ekses-ekses dalam industrialisasi sistem kapitalis
yang dikelola oleh kaisar yang berpikiran feodalisme dan kapitalisme.
Tentunya
masih moderat yaitu (Soebantardjo, 1956:102) “persamaan dalam hukum,
kemerdekaan pers, berbicara, berkumpul, dan perbaikan nasib buruh dan tani”.
Tetapi
tuntutan itu semakin bertambah keras setelah kaum Marxis mengadakan kongresnya
di London tahun 1903. Tuntutan barunya adalah bermaksud mengganti secara total
pemerintahan otokrasi menjadi sistem yang sama sekali baru masyarakat
sosial-komunis. Bagi kaum leberal tidak sekeras itu tuntutannya, yang
dikehendaki adalah pengurangan kekuasaan raja dengan sistem Undang-Undang Dasar
dan perbaikan nasib kaum buruh. Hal tersebut disampaikan kepada Tsar dalam
suatu Petisi Leberal yang disampaikan oleh Gapon dalam suatu demonstrasi damai
tanggal 22 Januari 1905. Petisi itu disambut dengan rentetan tembakan
menyebabkan ratusan buruh tewas. Suasana berubah menjadi revolusi. Revolusi menghasilkan
persetujuan bahwa Tsar Nicholas II bersedia membentuk Duma (wakil rakyat).
Antara tahun 1906-1912 pembentukan Duma terjadi tarik ulur antara Tsar disatu
pihak dengan kaum liberal dan sosialis dilain pihak. Tsar hanya menginginkan
anggota Duma itu diisi oleh mayoritas kaum koservatif yang reaksoner (pendukung
Tsar).
Pada
tahun 1914 pecah Perang Dunia I. rakyat Rusia dilibatkan dalam perang tersebut
dan jumlah biaya sangat besar untuk kepentingan Tsar yang kecil. Kepentingan
Tsar adalah hanya karena keterikatannya pada Pripel Etente 1907 dengan Prancis
serta obsesinya tentang gerakan Pan Slavisme mengenai Serbia Raya. Rakyat sudah
jemuh perang, pernang politik air hangat sudah membebani rakyat. PD I akan
lebih membebani lagi. Perang ini banyak ditentang oleh rakyat terutama Lenin
yang selalu meneriakkan Slogan anti perang sebab itu hanya perangnya kaum
kapitalis. Rakyat dalam keadaan sudah lapar butuh makanan tetapi tentara hanya
disuruh perang. Akhirnya terjadilah revolusi sosial pada bulan Februari sampai
Oktober 1917. Dalam revolusi ini Kaisar melarikan diri dan akhirnya dibunuh.
Dengan demikian kekuasaan pemerintah sistem absolud telah berakhir. Zaman akan
berganti yaitu terbentuknya masyarakat komunis oleh kelompok kecil revolusioner
yang dikenal dengan Bolsyewik.
2) Pengaruh
Marxisme Leninisme di Rusia
Karl
marx (1818-1883) adalah cendekiawan Jerman. Bersama dengan Friederich Engels,
ia menjelaskan perlunya mengubah sistem masyarakat yang dinilainya telah rusak,
pemikirannya itu dituangkan dalam tulisan bukunya yang berjudul Manifesto
Komunis dan Das Kapital. Ajran Karl Marx adalah hukum dialektik yang mengupas
tentang sosialisme ilmiah yang berisi hukum perkembangan masyarakat. Oleh
pengikutnya (Marxis) ajaran Karl Marx ini mendapat Revisi dan inovasi terutama
Lenin, Lenin dikenal seorang revisionis Marxisme. Ia mengadopsi pemikiran Karl
Marx tetapi diberi tafsiran khusus. Tujuannya adalah sebagai strategi untuk
mewujudkan masyarakat Komunis seperti yang dicita-citakan Marx. Dari sinilah
maka ada ajaran Marxisme-Laninisme atau Komunis. Dari ajaran ini revolusi
sosial Rusia berhasil dan pemerintah komunis dapat dipraktekkan.
Berdasarkan
hukum dialektik. Dalam Manifesto Komunis Marx menandaskan (William Ebenstein,
Terj. Alex Jemadu, 1985:7) “bahwa sejarah seluruh masyarakat hingga sekarang
merupakan sejarah perjuangan kelas”.
Mengenai
gerak dialektik akan berjalan dengan tahapan masyarakat tahap premitif,
perbudakan, feodalis, kapitalis dan komunis. Untuk mencapai masyarakat komunis,
kaum proletar merebut dari tangan kapitalis. Lalu ada tahap transisi yang
dinamakan diktator proletar,akhirnya tercapailah masyarakat komunis.
Dalam
pandangan Karl Marx yang disebut masyarakat komunis adalah (Miriam Budiardjo,
2001:82) “suatu masyarakat dimana tidak ada kelas sosial dimana manusia
dibebaskan dari keterkaitannya kepada hak milik pribadi dan dimana tidak ada
eksploitasi, penindasan dan paksaan. Dan komunisme merupakan tahap akhir dimana
tidak ada kelas lagi”.
Tetapi
yang aneh disini bahwa untuk mencapai masyarakat komunis itu melalui kekerasan
yang memperebutkan kekuasaan antara kaum buruh dan kekuasaan kapitalis. Marx
pecaya bahwa revolusi akan terjadi lebih dulu di negara-negara yang
kapitalisnya telah maju, sebab kaum proletar sudah cukup banyak. Untuk
menjalankan revolusi, kaum proletar dipandang akan menjadi tiang utama. Sebab
kaum buruh suatu saat akan tahu dan sadar sendiri dengan penderitaan yang
dialami akibat dari keserakahan kaum kapitalis.
Tetapi
Lenin menyimpang dari Marx. Lenin setuju tentang revolusi tetapi bila keadaan
telah mendesak revolusi tidak perlu menunggu matangnya kapitalisme. Revolusi
dapat saja terjadi di negara seperti di Rusia, walaupun jumlah kaum buruhnya
masih sedikit. Dalam hal ini Lenin menilai bahwa Rusia saat itu telah mulai
memasuki tahap kapitalisme awal.
Mengenai
kesadaran kaum buruh, dikatakan bahwa (Saiful Amri, 2004:54) “kesadaran itu
dapat ditanamkan kepada kaum buruh hanya dari luar melalui organisasi
revolusioner. Oleh sebab itu konsep diktator proletar yang dikatakan Marx dapat
diperbaharui menjadi diktator buruh dan tani”.
Sumbangan
Lenin dalam teori komunisnya adalah pamfletnya yang berjudul “What To Be Done”
tahun 1902. Pamflet itu merupakan konsep revolusioner yang profesional
didalamnya ada langkah-langkah.
Langkah
pertama adalah membentuk organisasi buruh revolusioner dengan agen-agen
minoritas revolusioner yang bersifat rahasia dan dikendalikan dari pusat. Yang
kedua adalah membentuk Partai Komunis yang bertugas merekrut anggota partai
yang berasal dari kalangan apapun yang berfikiran revolusioner, profesional dan
sanggup menjalankan tugas. Kemudian ketiga, mendidik dan menanamkan kesadaran
sosialnya, sehingga bisa menjadi mentor, pemadu kaum sosial untuk menjadi
agitator, organizer, propagandis dan menyebarluaskan leteratur. Kemudian
keempat, Partai komunis akan beroperasi secara terbuka bila sistem lama dalam
kondisi mencapai titik terlemah melalui infintrasi, inteljen dan sabotase.
Terakhir kemudian mengambil kekuasaan bila kesempatan ada.
3) Revolusi
Sosial di Rusia tahun 1917
Menurut
Ian Birchall (Muh. Sallh, 2002:1), “Revolusioner Rusia adalah terjadinya
pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh rakyat karena pertentangan antara
yang menginginkan perubahan baru dengan yang ingin mempertahankan sistem yang
sedang berjalan setiap hari”.
Revolusi
sosial di Rusia disebabkan oleh penolakannya terhadap konsep-konsep
liberalisme. Tetapi yang menjadikan penyebab langsung terjadi revolusi adalah
tertunda-tundanya pemilihan anggota Duma, ikut sertanya Rusia dalam PD I yang
akhirnya memberatkan rakyat dan terkurasnya bahan makanan untuk rakyat yang digunakan
untuk perang.
Revolusi
di mulai dengan aksi-aksi pemogokan umum pada bulan Februari 1917. Kemudian
Tsar Nicholas II dianggap kaum revolusi di Istana Musim Salju. Lalu
pemerintahan sementara dipimpin oleh Pangeran George L Vov dari kaum liberal.
Akibat tidak ada pengalaman menjalankan pemerintahan, pemerintahan sementara
ini akhirnya jatuh. Merikutnya Karensky dari kaum sosialis (Mensyewik)
mengambil alih pemerintahan sementara. Ia membentuk pemerintahan republik dan
rezim barunya dengan melibatkan semua unsur-unsur golongan Liberal dan
Bolsyewik. Tetapi Karensky tidak didukung oleh kaum sosialis lain (Bolsyewik)
yang berhaluan komunis. Ia dianggap tidak mempunyai konsep komunis yang jelas. Selain
itu Karensky juga menghadapi Karnilov dari tentara putih yang masih setia pada
Tsar Nicholas II. Kemudian Karensky mengahdapi Karnilov bersama-sama dengan
kaum Bolsyewik. Paa saat itu kaum Bolsyewik diperbolehkan mempunyai sejata
untuk menghadapi Kanilov. Inilah yang terjadi awal mula Bolsyewik mempunyai tentara
merah. Kesempatan ini sigunakan oleh kaum Bolsyewik untuk menjatuhkan Karensky.
Karensky jatuh pada tanggal 25 Oktober 1917 kemudian pemerintahan diambil alih
oleh kaum Bolsyewik yang dipimpin Lenin dan Trotsky.
Langkah-langkah
Lenin menjalankan revolusi melalui pembentukan partai, melakukan propaganda,
infiltrasi, tidak kekerasan dan pengambil alihan kekuasaan. Dalam langkah yang
terakhir itulah Karensky digulingkan pada tanggal 25 Oktober 1917. Untuk
menghadapi intervensi asing yang bermaksud menggagalkan revolusi. Lenin
mempertahankannya dengan tentara merah. Tentara ini telah dibentuk mulallui
kegiatan infiltrasi kedalam tubuh teentara Tsar sehingga tentara tersebut
mengalami demoralisasi pada waktu menjalankan Perang Dunia I maupun pada waktu
awal-awal revolusi.
Negara
Sekutu paa Perang Dunia I tidak mengakui perjanjian Brest Litovsk dengan pihak
Jerman. Sebab negara sekutu menudukung Kaisar dan anti komunis Bolsyewik,
sedangkan Perang Dunia I juga belum selesai, kemenangan Jerman terhadap Rusia
masih bersifat sementara.
Selain
itu ada tentara yang masih setia kepada Tsar (Joesoef Soy’yb, 1996:215)
‘akhirnya pecah perang saudara (1918-1920) antara pihak kontra revolusi Rusia
Putih dengan Rusia Merah atau Komunis.
Rusia
Putih dibantu negara-negara Eropa dan Amerika yang anti komunis dipimpin
Jendral Denikin dan Wrangel. Karena tidak ada koordinasi yang baik dan
tempatnya saling berjauhan usaha intervensi revolusi ini gagal. Dalam peristiwa
ini Tsar Nicholas II dan seluruh keluarga dipenggal kepalanya.
Keberhasilan
Revolusi Sosial di Rusia ini telah menyebabkan lenyapnya pemerintahan otokrasi
Tsar. Dilain pihak keberhasilan Revolusi telah mengantarkan Lenin menjadi
peminpin komunis tertinggi di Rusia. Selanjutnya nama baru Rusia adalah
Federasi Republik Sosialis Rusia. Pemeintah ini dipegang oleh satu partai
Komunis saja dari Pemimpin Tertinggi di Dewan Komisaris Rakyat. Revolusi sosial
Oktober-Novermber di Rusia menjadi model dan basis perekayasaan revolusi di
seluruh dunia.
Menurut
(William Ebenstein. Terj. Alex Jemadu, 1985:24) “partai komunis di seluruh
dunia harus melakukan revolusi meniru partai komunis Rusia yang berwatak
rahasia, kepemimpinan oleh minoritas revolusioner profesional, kewenangan yang
tersentralisasi dan penggunaan cara-cara ilegal”,
Propaganda
yang mesti didengungkan dalam revolusi adalah slogan-slogan, hak-hak rakyat
jajahan untuk menentukan nasib sendiri, mendukung gerakan kemerdekaan di
seluruh dunia dibawah cengkraman imperialis dan menggabungkan petani dan buruh
sebagai pilarnya.
Untuk
itu pada tahun 1917 dilaksanakan Komintern (Komunis Internasional) . Badan ini
bertugas memimpin dan mengembangkan komunis ke seluruh dunia. Dari sinilah
penyebaran komunis ke seluruh dunia dimulai dengan kegiatan-kegiatan yang
disebut komintern. Dan sebagai pusat komintern tersebut adalah terletak di
Rusia.
4) Komunisme
dalam Prateknya di Uni Sovyet
Setelah
berhasil memimpin revolusi tahun 1917, Lenin mendirikan suatu negara yang
menerapkan prinsip-prinsip komunis ajaran Karl Marx. Ia mengeluarkan Undang-Undang
Dasar baru Rusia tahun 1918 yang masih mencerminklan tahapan awal komunis.
Berdasarkan Undang-Undang Dasar itu Lenin mulai memusnahkan golongan-golongan
yang dianggap penindas. Mereka terdiri dari tuan-tuan tanah, pejabat negara,
penguasa dan polisi Tsar. Selama dalam tahapan awal ini maka kekuasaan dapat
dipusatkan pada pemerintahan pusat.
Dalam
menerapkan prinsip-prinsip komunis pada tahap awal ini, pertanian dijalankan
secara kolektif yang dikerjakan bersama-sama, milik, bersama, biaya bersama dan
hasilnya dibagi menurut berat ringannya tugas masing-masing.
Tanah
milik negara dan perseorangan tidak diperbolehkan dimiliki secara perorangan.
Adapun seluruh hasil yang diperoleh para pekerjja dari tanah negara
diperuntukkan untuk umum. Caranya hasil produksi itu semuanya diserahkan kepada
negara dan nanti negara yang membagi dengan adil.
Industri
dan pabrik-pabrik itu milik negara dan hasil barang pabril itu digunakan untuk
umum oleh sebab itu hasil produksi semuanya diserahkan kepada negara dan negara
yang membagi dengan adil. Namun demikian ekonomi dan pertanian komunis belum
dapat terlaksana dengan baik. Kaum bulak enggan menyerahkan hasil bumi untuk
negara. Petani juga tidak mau menanam yang lebih dari yang dibutuhkan. Tetapi
kebijakan perekonomian baru atau New Economic Policy (NEP) selama tujuh tahun
berjalan baik hasil bumi boleh dijual bebas tetapi disamping itu diadakan
pertanian kolektif dan pertanian negara untuk menyaingi pertanian bebas dari kaum kulak. Dengan
demikian kaum kulak makin terdesak dan makin banyak kaum tani yang bergabung
dalam pertanian kolektif.
Setelah
Lenin wafat tahun 1924 terjadi perebutan kekuasaan diantara Pimimpin Partai di
elit Politbiro Sentral Komunis. Mereka adalah Stalin, Trotsky, Zinovyev dan
Kamenev. Akhirnya Stalin yang memenangkan perebutan itu selama Stalin
menjalankan kekuasaannya, ia bertindak diktator dengan melakukan pembersihan
terhadap semua lawan-lawan politik dan penentang gagasannya. Pada tahun 1924
Stalin punya gagasan tentang “sosialisme
dalam satu negara”.
Intinya
menurut (Saiful Amri, 2004:31) “bahwa sosialisme dapat dibangun di Rusia secara
independen dari revolusi dunia sebagai pengabdian akan revolusi di seluruh
dunia”.
Gagasan
ini mendapat kecaman dari lawan-lawan politiknya yang berpikiran tentang
revolusi komunis itu bersifat permanen. Kaum Komunis boleh menggunakan kapital
asing, ahli ilmu pengetahuan asing untuk mencapai tujuan komunisme. Dalam
meneruskan kepemimpinan Lenin, Stalin meneruskan kebijakan ekonomi NEP sampai
tahun 1927. Kemudian ia menerapkan prinsip-prinsip komonis dalam rencana 5
tahun (1927-1932). Rencana ini dijalankan dengan pertanian secara kolektis.
Tetapi pelaksanaannya dijalankan dengan paksa dibawah ancaman pembersihan.
Lenin meniadakan petani kulak (penguasa tanah kolektif). Semua menjadi petani
berjalan baik. Industrialisasi dipusatkan pada industri berat untuk perang.
Industri ini digunakan untuk kesiagaan dalam Perang Dunia II. Pada tahun 1936
UUD yang baru diberlakukan dan nama
negara yang baru adalah Union Of Soviet Socialist Republics (USSR). UUD
tersebut sebagai tanda berakhirnya revolusi tahap I dan dimulailah tahap II.
Pada tahap ini masalah transportasi dikenalkan dengan angkutan masyarakat
komunis. Tentang perburuan merupakan wakil-wakil pemerintah. Mengenai upah
buruh bukan berdasarkan jam kerja tetapi kualitas pekerjaan.
Khruschev
(1953-1964) berhasil menjadi pemimpin Sovyet setelah suruhannya membunuh kepala
Komite Gesudartts Venoy Bezopasnopti- KGB (Dinas Rahasia Inteljen Uni Sovyet)
lauranty Baria. Selanjutnya ia mengecam pemerintah totaliterisme Stalin. Ia
beralasan bahwa keberhasilan sosialisme tidak semata-mata tergantung pada pihak
kediktatoran dari seorang pemimpin, bahkan ia merupakan kesempatan bahwa negara
komunis itu dapat hidup berdampingan dengan negara-negara yang lain yang
sistemnya berbeda-beda. Akibat destalisasi ini Hongaria dan Polandia menuntut
kemersekaan. Hongaria lalu diserang Uni Sovyet. Dewan Keamanan PBB hanya bisa
protes.
Pada
tahun 1960 terjadi krisis nuklir Kuba. Kapal nuklir Sovyet dipaksa kembali ke
pengkalannya. Dari kejadian ini Leonit Braznev memimpin (1964-1982). Uni Sovyet
langsung membangun kekuatan militernya secara besar-besaran. Biayanya mencapai
15% dari anggaran nasional, di AS hanya 7 %. Sampai tahun 1983 kekuatan
persenjataan Sovyet telah mengungguli kekuatan AS. Dengan demikian Uni Sovyet
benar-benar menunjukkan adidayanya atas rivalnya Amerika Serikat.
Dalam
menjaga stabilitas negara, Breznev bertindak represif. Ia mengembalikkan
kepemimpinan yang stalinis setelah sempat distalisis dimasa Khruschev. Tetapi
tidak sampai melakukan pembersihan lawan, melainkan pengusiran, penomoran
migrasi dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan penjara. Di zamannya terjadi eksodos
pengarang, musisi, politikus dan rakyat ke luar negeri untuk minta suatu
politik di negara lain.
Dalam
pengendalian negara-negara satelitnya di Eropa, Breznev bertindak tegas. Di
Cekoslovakia tahun 1968 Sovyet menghentikan eksperimen Alensander Dubcek
tenntang komunisme totaliter menjadi sosialisme berwajah kemanusiaan sebab
liberalisme akan menggantikan monopoli Partai komunis.
Pada
tahun 1979-1989 Breznev menyerang Afganistan untuk memperluas anggota Blok
Timur. Tetapi Afganistan dibantu oleh negara-negara Islam dan AS membantu
persenjataannya. Ternyata perang ini memakan waktu yang panjang sehingga
menghabiskan senjata, tentara dan biaya yang besar bagi Uni Sovyet. Dampaknya
terhadap perekonomian, Sovyet mengalami keterpurukan. Selain itu di Polandia
pada tahun 1989 terdapat gerakan solidaritas pimpinan Lech Walesa yang didukung
Paus Yohanes Paulus II. Gerakan ini menuntut Gomulka yang bertindak penindas
mundur dari jabatannya dan diganti Eduardo Gierek.
Setelah
Lionit Breznev meninggal lalu diganti oleh Constantin Cornenco kemudian Andrey
Gromico. Selama masa pemerintahannya tidak banyak perubahan. Pergantiannya
Mikhail Gorbanchev (1985-1991). Ia tidak menjalankan prinsip-prinsip komunis
seperti pemimpin sebelumnya. Ia mencanangkan program Glasnost dan Perestroika
untuk memperbaiki keterpurukan ekonomi Sovyet. Tetapi program ini hanya menjadi
penyebab langsung runtuhnya Uni Sovyet tahun 1991.
b. Uni
Sovyet dan Amerika Serikat pada Perang Dunia II
1) Kerjasama
USSR dan AS pada masa Perang Dunia II
Uni
Sovyet memulai kontak hubungan dengan Amerika Serikat sejak tahun 1933. Lalu
dimantapkan lagi tahun 1936 Amerika mengakui Uni Sovyet. Hubungan ke dua begara
yang berbeda faham ini dapat membaik setelah meningkatnya ancaman dari Jerman
yang melakukan ekspansi ( Labenctroum)
dengan menuntut Sedetan dan Danzig. Keserakahan Hitler dipandang menjadi
ancaman bagi kepentingan ke dua negara di Eropa barat. Demikian pula di Asia
Pasifik Jepang sudah menunjukkan tanda-tanda ingin meluaskan perangnya dengan
Tiongkok ke negara-negara Asia dan Pasifik.
Setelah
Jerman merobek-robek Perjanjian Versailes, Uni Sovyet beraliansi dengan Prancis
yang juga merupakan sekutu Amerika Serikat. Amerika berusaha menjaga
kenetralannya dalam PerangDunia II. Tetapi Amerika tetap mensuplai senjata ke
negara-negara aekutu Eropa termasuk Rusia. Amerika Serikat menjadi gudang
senjata dengan pembelian tunai setelah itu sewa. Peran Rusia cukup besar ketika
Perang Dunia II tahun (1939-1945) berlangsung. Rusia di front timur dapat
mengusir Jerman dari wilayah Stalingrat, Rumania, Bulgaria, Polandia, Jerman
Timur, dan Berlin. Bahkan Rusia dapat memaksa Jerman menyerah dihadapannya 7
Mei 1945. Di Front Barat setelah pendaratan tentara Amerika Serikat di
Normandia dibawah Dwight Eishenhower 6 Juni 1944 tentara sekutu baru dapat
mengembalikan keadaan selain itu AS menjadi penentu kemenangan dengan waktu
yang lebih cepat termasuk di Asia Pasifik Amerika menjatuhkan bom atomnya di
Jepang tahun 1945. Selama perang berlangsung ke dua negara bekerja sama membuat
rancangan siasat perang dan membuat draf rencana perdamaian perang dan merintis
berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1945.
Strategi
pemenangan perang dibicarakan pada konferensi Casa Bianca tahun 1943 termasuk
rancangan penyerahan tanpa syarat jerman. Konferensi Teheran membicarakan
penaklukan Jerman dan pembebasan Pahlevi. Konferensi Kairo 1943 membicarakan
rencana penyerahan Jepang harus tanpa syarat kepada sekutu. Konferensi Posdam 2
Agustus 1945 membicarakan tentang pembagian pendudukan sekutu atas Jerman dan
kota Berlin yang dibagi empat (Inggris, Amerika Serikat, Perancis, dan Sovyet).
Konferensi Yalta than 1945 menyepakati tentang bentuk pemerintahan Polandia
mendatang dan garis batas 380 LU di Korea sebagai batas penempatan
pasukan Amerika d Rusia melawan Jepang.
2) Munculnya
dua Negara Adikuasa Paska PD II
Setelah
Perang Dunia selesai nama Amerika Serikat dan Uni Sovyet sebagai penentu
kemenangan posisi politiknya menjadi sangat kuat bagi negara-negara lainnya.
Keduanya membuktikan kedikdayaannya khusunya Amerika telah mampu membuat
senjata nuklir di Jepang. Dominasinya atas negara lain berpengaruh terhadap
keadaan dalam negeri negara lain. Uni Sovyet muncul menjadi negara raksasa
dengan menganut faham komunisme. Amerika menjadi raksasa dunia menganut faham
kapitalisme dan demokrasi leberal. Setelah Perang Dunia II Amerika Serikat
berjasa banyak karena mendukung negara-negara yang berjuang mencapai
kemendekaan. Kekuatan Amerika Serikat adalah kedudukan Materinya, dengan
kekayaan yang besar menjadi kreditur negara terbesar didunia terutama
diperuntukkan oleh negara-negara yang hancur akibat perang. Kekuatan Rusia
terletak pada psikologinya yang memberi rasa kekuatan terhadap negara lain.
2. Perang
Dingin dan Uni Sovyet Menuju Keruntuhannya (1949-1991)
a. Perang
Dingin / Cold War (1949-1989)
1) Timbulnya
Blok Timur (komunis) dan Blok Barat (demokrasi)
Di
akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Sovyet melalui permusuhannya.
Oleh karena itu Amerika Serikat bertekat akan memainkan peran pentingnya di
dunia . hal tersebut karena agitasi dan ekspansi komunis ke beberapa negara.
Selama Perang Dunia II berlangsung Uni Sovyet sudah menggunakan kekuatan
militernya untuk mengembangkan komunis di Eropa Timur. Pada tahun 1947 Uni
Sovyet melakukan ekspansi komunis ke Yunani dan Turki tetapi digagalkan AS,
kemudian USSR mempersalahkan draf Konferensi Yalta tentang bentuk pemerintahan
dan batas-batas negara komunis di Eropa. Selain itu Uni Sovyet telah mampu
mengembangkan senjata nuklirnya dan melakukan uji coba tahun 1946. Pada tahun
1948 Uni Sovyet membantu partai komunis merebut kekuasaan di Yugoslavia tanpa
dapat dicegah.
Pada
tahun 1948 terjadi krisis Berlin pertama. Pasalnya Amerika Serikat, Inggris dan
Perancis ingin memperkuat penduduknya di kota Berlin. Uni Sovyet dengan
memblokade jalan barat antara kota Berlin dan Keseluruh Jerman. Kemudian
dibalas dengan blokade jembatan udara, sejak itu Uni Sovyet mengakhiri
blokadenya. Dari berbagai peristiwa ini maka Amerika Serikat memutuskan untuk
melakukan pembendungan dan penangkalan ekspansi komunis ke seluruh dunia. Pada
bulan April 1949 membentuk organisasi pakta pertahanan militer dengan nama Nort Atlantic Treaty Organization (NATO),
untuk pertama-tama anggotanya II negara. Dengan berdirinya pakta pertahanan
tersebut maka negara-negara didunia banyak yang menggabungkan diri dengan Amerika.
Maka berdirilah blok barat yang berkaitan kapitalis-demokrasi dipimpin Amerika
Serikat. Kemudian yang berhaluan komunis dikatakan Blok Timur atau Blok Komunis
yang dipimpin Uni Sovyet pada tahun 1954 barulah berdiri pakta pertama militer
komunis yaitu pakta warsawa.
2) Aksi-aksi
Komunis dan Pembendungan \
Berdirinya
Blok Barat dan Blok Timur yang ditandai dengan terbentuknya Pakta militer
merupakan bentuk perang provokasi. Suasana ini membawa ketegangan dunia, yang
mengingatkan orang akan terjadi perang nuklir. Ketegangan dunia ini dikatakan
sebagai Perang Dingin.
Perang
Dingin melibatkan kegiatan spionase perang ideologi, perlombaan senjata
termasuk program nuklir dan ruang angkasa aliansi anggota blok dan bidang
ekonomi. Kegiatan spionase berupa jaringan mata-mata yang terbesar ke seluruh
dunia untuk mengetahui rencana dan kemanapun masing-masing lawan. Jaringan
mata-mata Uni Sovyet ialah KB (Komilet Gesudarts Venoy Bezopasnopti) dan
Amerika Serikat CIA (Central Intelligence Agency).
Dalam
perang ideologi adalah penyebaran faham demokrasi dan komunis ke seluruh dunia.
Pendekatannya melalui ancaman militer, bantuan ekonomi, senjata, dan ilmu
pengetahuan. Pendekatan militer adalah perang dan sering mengakibatkan
terjadinya perang saudara seperti di Indonesia, Cina, Korea, Vietnam, Ethiopia
dan Afganistan. Perang Dingin juga mengakibatkan pecahnya nagara menjadi dua bagian, seperti
Korea, Cina dan Jerman sebelum Uni Sovyet bubar. Tetapi tidak semua aksi-aksi
komunis dapat di bendung. Ketika Nikita Khruschev menyerang pemberontakan kaum
demokratik di negara-negara satelitnya, ternyata Amerika tidak berbuat apa-apa.
Dalam
perlombaan senjata, ke dua negara berlomba ingin menunjukan kemampuan produksi
persenjataan kutakhirnya, penjualan senjata, parade senjata, penggunaan senjata
di daerah konflik samapai uji coba nuklir baik di laut, di darat dan di
anngkasa. Sejauh ini belum pernah terjadi penggunaan senjata pemusnah masal di
daerah konflik.
Persaingan
dibidang ekonomi ditunjukan kegiatan mereka mendekati di Timur Tengah, misalnya
pada waktu Perang Irak-Irak (1980-1986). Krisis Suez tahun 1956. Peristiwa yang
paling mengkhawatirkan dunia adalah krisis nuklir Kuba tahun 1962. Sebab dua kekuatan
sudah saling berhadapan di wilayah dekat Amerika Serikat. Situasi di Eropa yang
paling rawan sebab Uni Sovyet sudah dikepung persenjataan nuklir dari berbagai
arah.
3) Upaya
Détente dan Intervensi Amerikla Serikat
Sejak
Perang Dingin dimulai, upaya peredaannya (detente) pun juga sudah di mulai.
Komitmen Eisenhawer adalah mambatasi komunis.
Menurut
(Richard Hosfstadter. Teri. Yusi A Pareanom. 2004:179 ‘ Ia berfikir akan
melindungi fasilitas senjata nuklirnya bisa diserang USSR. Ia membawanya dikonferensi
Jenewa tahun 1955 dan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk membalas perlombaan dan
pengawasan senjata, dan penghentian pengembangan senjata agar antara AS dan
USSR saling mengijinkan kepengawasan lebih dekat sampai ke pusat-pusat militer.
Gagasan itu divito. Sebab sudah dianggap sudah melanggar kedaulatan nasional).
Tetapi
sikap Khruschev mulai lunak, setelah terjadi krisis Berlin tahun 1958 tentang
pengosongan tentara di Berlin. Pada tahun 1959 Khruschev datang di gedung putih
mulai ada kesepahaman bahwa masalah perlucutan senjata, masalah internasional
yang menonjol harus diselesaikan di meja perundingan kahkan kekerasan.
Hubungan
memanas lagi ketika krisis Berlin ketiga, di bangun tembok Berlin. Bahkan
dibarengi USSR atas percobaan nuklirnya di atmosfir. Amerika dan sekutu
membalas dengan lebih dasyat. Ketegangan dunia lebih memanas lagi ketika
terjadi krisis nuklir Kuba tahun 1962 suasana hampir terjadi perang. Dari semua
kejadian Uni Sovyet dibawah tekana AS untuk menandatangani perjajian Non Pralifiasi Nuklir, lalu diikuti 107
negara. Untuk lebih menjamin agar tidak terjadi Perang Nuklir antara Gedung
Putih dan Istana Kremlin di pasang Telex langsung “Hotline”..
Kemajuan
hubungan kedua negara meningkat ketika tahun 1972 Nixon ke Moskow menemui Breznev.
Hasilnya adalah adanya persetujuan untuk membatasi jumlah tempat peluncuran
peluru kendali dan peluru serangan strategis.
Pada
tahun 1974 di Wladiwostok, Presiden Gerald Ford dan Leonit Breznev mematangkan
persetujuan mengenai perjanjian pembatasan senjata strategis (SALT) yang telah
aktif dijalankan tahun 1972 hingga tahun 1979. Untuk itu tahun 1975 bersama 33
negara barat Ford dan Breznev mengikuti perjanjian keamanan bersama Eropa.
Di
zaman Jimy Carter, perundingan-perundingan dengan Breznev dikaitkan dengan
pelaksanaan hak azasi manusia. Breznev yang memerintah dengan menghidupkan
stalimis mendapat kecaman.
Pada
tahun 1985 melaksanakan perjanjian di Jenewa antara Ronald Reagan dan
Gorbachev. Perundingan itu terlaksana dibawah tekanan Reagan yang memiliki
program strategis. Suatu program yang mahal tak terjangkau biayanya oleh Sovyet
yang sedang terperosok ekonominya. Akhirnya Gorbachev menyetujui pengurangan
senjata nukllir jarak pendek dan jarak menengah mencapai 50%. Dalam perundingan
tahun 1987 di Reykyavile Reagan dan Gorbachev menyetujui pemusnahan semua
senjata nuklir dalam bentuk apapun.
Pada
tahun 1990 George Bush dan Michail Gorbachev bertemu di Malta. Ditengah suka
cita perubahan demokrasi tiba-tiba diumumkan pasukan AS di Eropa tinggal 195.000.
persetujuan penjatuan Jerman, pengendalian senjata. Pembubaran paktawarsawan
sampai pembubaran Uni Sovyet 31 Juli 1991.
b. Runtuhnya
Komunisme Uni Sovyet
1) Merosotnya
Kondisi Ekonomi Uni Sovyet
Di
awal-awal kepemimpinan Lenin dikeluarkan kebijakan New Economic Policy (NEP)
tahun 1921. Perekonomian terbukti berjalan dengan baik. Sesudah itu diteruskan
lagi dengan program lima tahun (1927-1932). Pada lima tahun kedua (1932-1937)
Stalin berhasil meningkatkan taraf hidup rakyat. Pembangunan industri juga meluas,
tetapi setelah Perang Dunia II secara berangsur-angsur perekonomian Sovyet
menurun karena dibebani pembangunan militer untuk mengimbangi Amerika. Sistem
perekonomian di Uni Sovyet tidak bisa disamakan dengan negara-negara non
komunis, disana tidak ada pasar. Padahal pasar itu merupakan tempat menusia
saling bertukar kebutuhan untuk memenuhi hidupnya. Dan dalam ekonomi pasar mengalir
ke wilayah-wilayah yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Para produsen
menanggapi serela konsumen. Tetapi di Uni Sovyet yang berlaku adalah sistem
distribusi yang ditentukan dari atas ke bawah. Sistem perekonomian seperti itu
bersifat komando birokratik. Kalau ekonomi komunis menanggapinya atas dasar
pertimbangan politik.
Ekonomi
seperti ini akan boros. Sistem distribusi bisa berbuat sewenang-wenang. Dalam
sistem ini Lionit Breznev menggunakan sifat komando ekonominya dengan
memprioritaskan pembangunan dibidang militer mencapai 15% dari total anggaran
nasional termasuk untuk biaya-biaya perang. Sebagai perbandingan di Amerika
Serikat pada saat yang sama membangun militernya hanya 7%.
Itulah
sebabnya ekonomi Sovyet mengalami kemerosotan paling buruk seperti yang
dituliskan (William Ebenstein, Terj. Alex Jemadu, 1995:64) “Breznev mewariskan
kepada penggantinya perekonomian yang merosot yang memerlukan perubahan secara
besar-besaran”.
Kemerosotan
ekonomi ini diucapkan juga pada pidato perpisahan Gorbachev , menurut (Abdul
Halim Mahally, 2003:54) “Masyarakat kita dicengkram sistem komando birokratik
terpimpin. Masyarakat harus sepenuhnya mengabdi pada ideologi dan menanggung
beban berat perlombaan senjata”.
2) Galsnost
dan Perestroika yang Gagal
Glasnost
(keterbukaan) dan Perestroika adalah Jargon politik yang digunakan Michail
Gorbachev untuk memimppin selama 6 tahun dari tahun (1965-1991) di Uni Sovyet.
Glasnost Perestroika diperlukan Gorbachevuntuk mengadakan perubahan yang
mendasar bahkan radikal didalam sistem politik dan ekonomi komunis.
Kondisi
Rusia saat itu merupakan Uni Sovyet yang sedang mengalami krisis ekonomi akibat
peninggalan Breznev yaitu terkurasnya kekuatan ekonomi karena memproduksi
senjata dan perang di Afganistan, serta korupsi oleh aparaturnya. Kondisi
demikian masih harus menanggung beban berat Perang Dingin dengan perlombaan
Senjata. Di pihak Amerika Serikat kondisi ekonominya sangat mendukung untuk
melanjutkan perlombaan senjata. Bahkan Ronald Reagan untuk memprovokasi Sovyet
ia mempunyai program Perang Bintang tahun 1983 yang biayanya tinggi dan tidak
mungkin Uni Sovyet sanggup meladeninya.
Mula-mula
Gorbachev mendahulukan krisis ekonomi yang jadi perhatian utamanya. Ia memulai
dengan merestrukturisasi ekonomi yang rusak dengan cara meningkatkan
kedisiplinan buruh, menindak tegas dan memecat pejabat yang korup dan berbuat
kriminal, membentuk inspektorat kontrol-kualitas. Semua untuk menciptakan
pemerintahan yang bersih. Ia pun tadinya enggan melakukan kesempatan mengenai
pembatasan-pembatasan senjata dengan Amerika Serikat, kecuali kalau Reagan
bersedia menghentikan inisiatif pertahanan strategisnya (perang bintang).
Tetapi dalam pertemuan di Jenewa tahun 1985 dan di Reykyvik tahun 1987 dicapai
kesepakatan tentang dihentikannya perang dingin. Ke dua pemimpin menyepakati
rencana penghancuran rudal-rudal jarak pendek dan jarak menengah secara
menyeluruh.
Mengenai
Glasnost (keterbukaan), Gobachev bekerjasama dengan Reagan melakukan pemindahan
sistem leberal masuk ke Uni Sovyet. Tetapi tidak bermaksud membubarkan Uni
Sovyet. Dengan demikian dapat mengakhiri Perang Dingin dan pembangunan ekonomi
Sovyet akan pulih itu merupakan harapan Gorbachev.
Proyek
pemindahan demokrasi itu sudah dijalankan Reagan sejak tahun 1987 yang
bekerjasama dengan Yayasan “ Soros Fondation” melalui LSM-LSM bentuknya barat.
LSM-LSM tersebut lalu menyebar luaskan ideologi Pro Barat dan Slogan-Slogan pro
demokrasi dan anti komunis yang dilakukan dengan berbagai mas media.
Glasnost-Perstroika belum sempat memberi kemakmuran kepada rakyat tetapi rakyat
Sovyet dapat belajar tentang demokrasi walaupun Uni Sovyet menemuhi
keruntuhannya.
3) Peristiwa
Runtuhnya Uni Sovyet (1989-1990)
Serangkaian
kesepakatan untuk mengakhiri perang dingin, antara Michail Gorbachev dengan
Ronald Reagan tahun (1985-1988) dan dilanjutkan dengan George Bush tahun
(1988-1991) hasilnya sungguh mencengangkan.
Antara
tahun (1985-1987) terjadi kesepakatan penghancuran rudal jarak pendek dan
mencegah. Tahun 1988 Gorbachev dan Bush menyepakati penghancuran rudak jauh
untuk Uni Sovyet diimbangi janji Bush pengurangan tentaranya di Eropa tinggal
195.000. tembok Berlin lembang kekokohan komunis di runtuhkan, kemudian
ditetapkan kembalinya Jerman bersatu tahun 1989. Kemudian penghancuran seluruh
persenjataan NATO dan Pakta Warsawa dan pembubaran Pakta Warsawa.
Munculnya
Boris Yeltsin pemimpin Rusia yang terpilih pada tanggal 14 Juni 1991
mempercepat diakhirinya perang dingin. Ia menyetujui pengahancuran
persenjataannya besar-besaran. Sambutan negara-negara yang menginginkan merdeka
mendapat dorongan dari Amerika Serikat tanpa dapat dicegah. Setelah itu patung
Lenin yang melambangkan kekokohan komunis di kota Moskow diruntuhkan. Pada
tanggal 11 Maret 1990 tiga negara Baltik Lituania, Estonia, Latvia di
merdekakan. Pada bulan Agustus 1991 ada kudeta yang mencurigakan. Gorbachev
diculik di semenanjung Krim. Tiba-tiba muncul Boris Yeltsin mengatakan tidak
akan menyerah kepada pelaku kudeta. Setalah itu Gorbachev dilepas, munurut
Yeltsin pelakunya sudah ditangkap. Sejak itu Yeltsin menjadi orang penting di
Rusia, sementara dibeberapa wilayah ada gejala Perang Etnis tanpa bisa
dikendalikan. Setelah itu tanggal 23 Desember 1991 Gorbachev disingkirkan dari
jabatannya sekjen Partai komunis pada tanggal 25 Desember 1991 Gorbachev
mengundurkan diri dari presiden. Maka secara resmi negara komunis Uni Sovyet
dinyatakan bubar dan pecah menjadi 16 negara. Pecahan Uni Sovyet yang menjadi
merdeka penuh tahun 19902 adalah Latvia, Lithuania, dan Estonia. Yang tergabung
Republik Federasi Rudia atau Persemakmuran Negara-negara Merdeka adalah Rusia,
Belarus, Ukraina dan Georgia. Negara-negara yang merdeka pada tahun 1991 adalah
Moldovia, Armenia, Armenia, Azerbaijan, Turmenistan, Uzbekistan, Kirgistan dan
kazastan.
3. Hegemoni
Amerika Serikat Didunia
a. Dominasi
Negara Superpower Tunggal
Setelah Amerika Serikat dapat
meruntuhkan Uni Sovyet maka Perang Dingin berakhir, Amerika menjadi
satu-satunya kekuatan di dunia. Dunia telah kehilangan keseimbangan kekuatan
(balance of power). Selama perang Dingin, bila salah satu pihak mengeluarkan
ancaman, maka pihak yang lainnya akan mengimbanginya, itu yang terjadi antara Uni
Sovyet dan Amerika.
Mengenai hal itu dituliskan
(Soebantardjo, 1956:208) “selama kedua pihak berimbang selama itu perang tidak
akan pecah, dan perdamaian terjamin meskipun perdamaian yang diliputi ketakutan
atau dengan perkataan lain perdamaian formil bukan perdamaian materiil”.
Demikian pula ancaman-ancaman hak
veto di forum Perserikatan Bangsa Bangsa ke dua negara ini sling yang saling
sering menggunakan hak-hak vetonya sebagai bentuk permusuhannya. Setelah perang
dingin selesai maka menyisakan satu kekuatan besar yaitu Amerika Serikat.
Setiap tindakan Amerika maka tidak ada lagi kekuatan yang cukup besar untuk
mengimbangi aksi-aksi Amerika. Ketika perang dingin berakhir Amerika Serikat
menyerang Irak pada tahun 1991 karena kesalahan Irak menganeksasi Kuwait tahun
1990.
Ketika itu sudah tidak ada lagi
gangguan-gangguan yang datang dari Uni Sovyet. Hak-hak veto Sovyet sudah tidak
ada lagi, Amerika Serikat secara sendirian berfungsi sebagai polisi dunia. Oleh
sebab itu serangan Irak ke Kuwait sama saja menantang hegemoni Amerika. Hal
tersebut karena kepentingan-kepentingan Amerika di Timur Tengah dapat
terganggu.
Dunia melihat dan mengakui
kehebatan Amerika Serikat sebagai superpower tunggal. Semua tindakannya
berpengaruh besar terhadap semua negara. Maka telah terjadilah pergeseran
sistem dunia yang bipolar pada waktu perang dingin maenjadi unipolar paska
perang dingin.
P. Samual Huntington menyatakan
bahwa unipolar adalah (Abdul Halim Mahally, 2003:217) “ sebuah sistem dengan
satu penguasa tunggal tidak ada kekuatan-kekuatan besar yang terlalu penting,
dan hanya ada kekuatan-kekuatan yang banyak namun kecil”.
Amerika Serikat sekarang berasumsi,
bahwa dunia saat ini merupakan dunia yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Oleh karna itu Amerika Serikat berusaha untuk merubah tata dunia setelah perang
dingin selesai. Namun demikian tata dunia baru yang ditampilkan Amerika
akhir-akhir ini yang menonjol adalah untuk kepentingan nasionalnya sendiri.
Kemudian yang dilakukan Amerika sering diartikan sebagai tindakan hegemoni dari
sebuah negara yang paling kuat. Untuk mempertahankan kepentingan global di
bidang politik, Amerika sering bertindak berlebihan. Dengan alasan
demokratisasi merasa berhak mempengaruhi kedudukan pemimpin bahkan menggantikan
rezim yang sedang berkuasa. Ini terjadi pada Sadam Husein di Irak, Muhammad
Umar di Afganistan dan di Venezuela serta di negara-negara pecahan Uni Sovyet.
Dibidang keamanan, dengan alasan menjaga keamanan internasional, Amerika paska
runtuhnya Uni Sovyet ini tetap menempatkan pasukan dibeberapa negara. Tujuannya
menjaga kelangsungan eksistensi AS diwilayah lain, tetapi yang terjadi untuk
memudahkan Amerika Serikat mengontrol wilayah lain. Penempatan militer dibangun
dan mesin-mesin perang didatangkan untuk memajukan superioritasnya. Pos-pos ini
dibangun di Timur Tengah, Afganistan, dan lainnya. Amerika dapat meraih
kepentingan ekonomi juga tidak bisa dilepaskan dari kekuatan militer.
Di dalam pola interaksi dengan
negara-negara yang kuat seperti di Amerika selalu mendapat dukungan terutama dari Inggris, Australia,
Perancis, Jerman, Italia, Kanada dan Jepang. Ketika terjadi Perang Teluk II
Perancis dan Jerman Tidak ikut mengirim pasukan,tetapi belakangan diketahui
ternyata mereka justru mengirimkan badan-badan inteljen mereka untuk membantu
AS. Dengan negara-negara lain Amerika dapat memburu siapa saja yang dianggap
musuh AS. Hambali yang dituding sebagai dalang teroris internasional ditangkap
di Indonesia, tetapi dibawa ke AS.
Permusuhan antara Israel dengan
Palestina atau negara-negara Arab, Amerika selalu membela Israel, sedangkan
Israel adalah penjajah Palestina. Israel yang punya senjata nuklir selalu
dilindungi baik di Dewan Keamanan PBB maupun ditempat kawasan itu. Berbeda
debgab Iran-Iran dan Korea Utara, tiga negara ini dideskriditkan sebagai “Axis
of Evil” poros kejahatan. Sebab punya senjata masal, setelah tuduhan itu
dialamatkan, Irak dihancurkan dan Sadam terguling. Padahal menurut Hans Blix
dari anggota Team Inspeksi senjata PBB, senjata pemusnah masal itu belum
ditemukan. Ini merupakan pesan bagi rival-rival baru AS yang akan menyulitkan
Amerika dimasa-masa yang akan datang. Kehadiran Amerika Serikat di Cina Taiwan
sangat diperlukan Taiwan sebab Cina komunis tidak pernah menarik klaimnya atas
wilayah Taiwan.
Hegemoni Amerika Serikat atas
negara lain selalu menggunakan jalur kekerasan. Serangan ke Afganistan tahun
2002 dan Irak tahun 2003 telah mengabaikan seruan masyarakat internasional agar
menyelesaikan masalah menggunakan cara-cara damai bukan cara kekerasan. Bahkan
tindakan Amerika ini telah melanggar hukum internasional. Sebab kenyataannya
senjata pemusnah masal yang dituduhkan itu tidak pernah ditemukan. Baik Irak
maupun Afganistan tidak sedang dalam mengancam negara lain.
Didalam piagam PBB 1945 artikel 2
(3) PBB dijelaskan (Abdul Halim Mahally, 2003:327) “seluruh anggota PBB harus
menyelesaikan segala macam konflik melalui cara-cara yang damai, dimana
perdamaian, keamanan dan keadilan internasional terancam”.
Pada waktu tragedi gedung WTC
diserang teroris 11 September 2002, Bush terlalu cepat menyatakan Perang Salip.
Ini artinya menyinggung perasaan umat Islam. Diberbagai negara akibat ucapan
itu mendapatkan perlakuan kasar, walaupun Bush telah menarik ucapannya.
Sekarang Amerika telah mengeluarkan Doktrin Bush atau National Security Concept
2002 (NSS-2002). Doktrin ini diartikan sebagai cara mengekalkan Superpower
tunggal Amerika Serikat.
b. Terorisme
Internasional Melawan Amerika
Perang
Dingin Blok barat dan Blok Timur telah berakhir dengan memunculkan Amerika
Serikat menjadi Superpower tunggal. Dominasi Amerika Serikat dalam tatanan
ekonomi, politik dan militer global memunculkan pihak-pihak yang menolak hegemoni
Amerika ini. Tindakan-tindakan sebagai polisi Dunia sering bersifat ganda dan
hanya mengutamakan kepentingan nasionalnya. Ada fakta-fakta yang dapat
menghubungkan antara keterlibatan Washington dalam masalah internasional dengan
serangan teroris yang berkala internasional akhir-akhir ini.
Sejak
Perang Teluk II tahun 1991 telah terjadi eskalasi tindak kekerasan antara
Gedung Putih dengan aksi-aksi teror terhadap tentara dan warga sipil AS di
negara-negara asing. Amerika telah melakukan aksi militer yang menyebabkan
terjadinya tragedi kemanusiaan. Aksi-aksi itu adalah tindakan militer di
Serbia, Irak, Sudah sampai Yugoslavia oleh angkatan darat, laut dan udara.
Demikian pulan tindakan embargo blokade ekonomi Irak dan Serbia menimbulkan
kesengsaraan rakyat setempat. Masalah sengketa Palestina sebagai pihak terjajah
dengan Israel, Amerika membela Israel naik di forum PBB maupun ditempat negara
tersebut. Demikian tindakan provokatif seperti penambahan pesawat terbang atau
kapal laut negara lain yang dikatakan tidak sengaja. Jauh sebelum itu Amerika
sudah sering ikut campur tangan dalam suatu negara yang menyebabkan terjadinya
pergantian kekauasaan.
Aksi-aksi
teror sebagai balasan atas semua keterlibatan tindak kekerasan ini, kemudian
ada bentuk-bentuk serangan balik berupa penyanderaan tentara, warga sipil
Amerika Serikat dan juga penembakan peasawat komersil Amerika. Kemudian aksi penghadangan,
aksi bom bunuh diri dan pemboman di barak-barak militer. Dan peristiwa yang
terbesar adalah Tragedi 11 September 2001, gedung kembar Ward Trade Center dan
gedung Pentagon hancur akibat ditabrakannya pesawat bajakan boing.
Kurban
yang begitu besar, aksi balas-membalas ini menimbulkan ketakutan baru sehigga
dikatakan sebagai Perang Dingin II. Aksi inisudah begitu menggobal, sebab
Amerika juga mempunyai kepentingan global.
Tempat
aksi-aksi kekerasan terus berlanjut, di Indonesia terjadi bom Bali. Bom Mrreiot
serta aksi-aksi di negara Eropa sendiri misalnya di Inggris dan Perancis.
Setiap tindak kekerasan semua negara mengutuk, sebab itu tindakan yang tidak
bermoral dan menimbulkan kurban rakyat yang tidak berdosa.
c. Perang
melawan Terorisme Internasional
Presiden
George Bush menanggapi tragedi 11 September 2002 yang menewaskan lebih dari
10.000 orang itu dengan spontan mengatakan bahwa itu Perang Salip. Ucpan itu
kemudian ditarik lagi setelah dampaknya luas. Melalui pidato 1 Juni 2002, Bush
mengatakan untuk melindungi rakyat dan nasional AS maka siap berperang melawan
terorisme dan akan membasmi seakar-akarnya. Perang melawan terorisme global,
telah mendapat sambutan luar biasa. Ditingkat diplomasi telah ditanda tangani
resolusi Dewan Keamanan PBB 1368 dan 1373 yang mewajibkan ke 189 anggotanya
untuk mengakhiri semua aksi teroris dan bantuan terhadap teroris serta membawa
pelaku teror untuk diadili.
Menurut
Amerika dalang semua terorisme internasional ini adalah usamah Bin Ladin warga
Arab Saudi yang tinggal di Afganistan dan organisasinya Al-Qaidah. Atas tuduhan
itu secara sepihak itu Amerika kemudian menyerang Afganistan tanggal 7 Oktober
2001, sebab menolak menyerahkan Usamah Bin Ladin. Afganistan menolak karena
Amerika dituntut dapat membuktikan atas tuduhannya itu. Bahkan disebutnya
sebagai poros kejahatan negara Irak ini bersana Iran dan Korea oleh Amerika
karena kepemilikkannya senjata pemusnah masal.
Menurut
anggota Hans Blix dari anggota Team Inspeksi senjata PBB tuduhan AS itu belum
ditemukan. Amerika tetap menyerang Irak tanggal 2 Maret 2003 yang menyebabkan
hancurnya Irak oleh ganasnya bom-bom AS yang dijatuhkan tetapi senjata pemusnah
masal tidak ditemukan. Akibat serangan AS ini pemerintah kedua negara jatuh
diganti dengan rezim yang dikendalikan oleh AS. Dalam perang melawan terorisme
ini juga merupakan perilaku hegemoni Amerika Serikat dan kehancuran gedung Word
Trade Center (WTC) adalah sebuah kritik keras atas wacana hegemoni yang
dikembangkan dalam periode yang panjang. Sikap hegemoni Amerika Serikat terbaru
adalah dikeluarkannya Doktrin kebijakan keamanan terbaru yaitu Doktrin Bush
atau NSS-2002. Intinya adalah tekad Amerika untuk mengontrol semua negara-negara
di dunia agar selalu berada di bawah kemauan AS.
B. Diskripsi
Temuan Penelitian
Sistem kekuasaan absolud yang
berlaku di Rusia dilatar belakangi oleh nasionalisme bangsa suku Slavia atau
keterikatan suku Rusia, tetapi sistem itu dinamis sesuai dengan cita-cita dan
pengalaman bangsanya.
Pada zaman kekuasaan negara
dipegang oleh Tsar, negara Rusia didasarkan pada faham nasionalis Slavia yang
sempit. Faham ini dianut Tsar sebagai pembedaannya dengan faham leberal
nilai-nilai demokrasi revolusi Perancis yang dianut barat. Faham Nasionalis
Slavophil di gunakan juga sebagai isolasinya Tsar terhadap pengaruh masuknya
faham-faham barat masuk ke Rusia. Pada periode kekuasaan komunis, walaupun
ciri-ciri komunis itu bersifat internasional tetapi tidak sampai menghilangkan
rasa nasionalisme Rusia.
Demikian pula negara-negara pecahan
Uni Sovyet. Beberapa negara kecil masih mau bergabung dengan Republlik Federasi
Rusia sebagai keterikatan masa lalunya.
Mengenai sistem komunis yang
menggantikan pemerintahan otokrasi, karena lambangnya Tsar mengadakan perubahan
leberal. Kesempatan ini diambil dimanfaatkan oleh gerakan konsperasi politik
dari segolongan kecil revolusioner yang dikenal dengan kaum Balsyewik pimpinan
Lanin. Mengenai sistem pertanian kolektif pada zaman komunis berkuasa, bagi
rakyat kecil hal itu sudah terbiasa. Pada masa Tsar berkuasa, sistem mir
(petani kolektif) mengerjakan tanah garapan itu sudah ada.
Sejak ada ancaman ekspansi Jerman
tahun 1933 dan akhirnya pecah Perang Dunia II (1939-1945) Amerika Serikat
memandang Jerman sebagai musuh bersama.
Ekspansi jerman atas tanah (ruang
gerak) Sudentenland tahun 1936 dan penyerangan atas Polandia tahun 1939 akan
mengancam wilayah Eropa. Bagi Uni Sovyet telah kehilangan daerah pengaruh
komunis. Amerika Serikat juga terganggu hubungan perdagangan di laut maupun di
Eropa. Fasisme Jerman dengan watak nasionalismenya, komunis berciri
internasional dan kapitalisme bebas berusaha tidak mungkin bersat, tetapi
fasisme telah mengancam keduanya.
Kerjasama Uni Sovyet dan Amerika
Serikat telah dibina sejak tahun 1936 dan membuka hubungan diplomatik tahun
1936. Amerika dan Uni Sovyet beradadalam satu aliansi Blok Sekutu, dengan
penempatan di Frnt barat dan Fron Timur. Kerjasama itu menghasilkan kemenangan
bagi sekutu, berkat keterlibatan mereka tahun 1945. Negara-negara fasis telah
dikalahkan. Giliran berikutnya adalah pertentangan negara Superpower Amerika
Serikat yang beriodologi Kapitalis-Demokrasi dan Uni Sovyet berideologi
Komunis. Duniapun kembali tegang sebab keduanya seimbang senjata nuklirnya.
Berlarut-larut penyelesaian soal
status Polandia, pemecahan masalah nuklir Uni Sovyet, ekspansi komunis di
Yunani dan Turki serta krisis Berlin I memicu dimulainya ketegangan baru.
Ketegangan ini memastikan bahwa komunis dan kapitalis adalah musuh yang saling
ingin menghancurkan. Kejadian serupa terus berulang, bertambah diberbagai
wilayah konflik. Suasana demikian dikatakan sebagai Perang Dingin. Perang ini
baik Amerika Serikat maupun Uni Sovyet tidak pernah terlibat langsung dalam
konfrontasi seperti Perang Dingin II.
Amerika bertekad menyebarkan
demokrasi. Kemerdekaan dan persamaan tetapi Uni Sovyet bertujuan menyebarkan
komunis dan menghancurkan kapitalis. Amerika memutuskan untuk membendung dan
menangkal komunis dimulai dengan Doktrin
Truman tahun 1947. Sedangkan Uni Sovyet tetap meneruskan agresinya ke
negara lain. Perang Dingin telah menyebabkan perang saudara dan terpecah
belahnya suatu negara menjadi dua negara.
Berlangsungnya Perang Dingin antara
Blok Barat dan Blok Timur, sejak tahun (1949-1989) telah dilibatkan Perang
Ideologi Komunis dan Kapitalis, jaringan inteljen CIA dan KGB, perlombaan
senjata berbagai jenis, perluasan anggota Blok Barat dan Blok Timur, serta
persaingan ekonomi global. Perang Dingin berlangsung selama lebih dari 40
tahun, sebab persaingan telah dimulai sejak Konferensi Yalta tahun 1945.
Perang Dingi juga melibatkna
strategi menghancurkan dan pengurasan lawan secara sistematis. Strategi
provokasi yaitu memancing lawan untuk masuk dalam jebakannya. Kelihaian
diplomasi dalam perundingan détente yang lebih menguntungkan. Provokasi agar
lawan memproduksi senjata dengan biaya yang besar, Provokasi dengan mengajak
lawan dalam Perang Bintang, penghancuran senjata lawan di medan konflik melalui
pihak yang di bantu, atau penghancuran senjata sebagai hasil kesepakatan
bersama dan memanfaatkan kelengahan pemimpin yang kurang menyakini ideologi
negaranya, penyebarab ideologi yang anti ideologi lawan di negara lawan. Dengan
strategi penghancuran dan pengurasan Uni Sovyet runtuh tahun 1991.
Dengan kemenangan Superpower
Amerika Serikat atas lawannya Uni Sovyet dalam Perang Dingin, maka Amerika
Serikat muncul sebagai adidaya tunggal. Sistem dunia yang Bipolar pun berubah
menjadi Unipolar. Maka keadaan dunia yang berubah ini harus ditata kembali, dab
Amerika berkepentingan membentuk tatanan dunia baru.
Dilihat dari perspektif hegemoni
Amerika paska Perang Dingin,lalu mengacu pada pengertian program besar sebagai
strategi politik luar negeri AS menurut Lovell 1975 adalah rencana dari suatu
negara untuk mencapai kepentingan nasional dengan mencegah aktor negara lain
dalam meraih kepentingan tersebutu.
Pripsip utama politik luar negeri
AS adalah mempertahankan kepemimpinan global. Hal itu tercermin dalam Doktrin
Bush dalam NSS-2002 yang isinya Amerika dapat menyingkirkan ancaman keamanan
nasional dengan melalui penyerangan terlebih dahulu kepada musuh, tujuannya
untuk perdamaian internasional. Hal tersebut berarti politik pembendungan dan
pengangkalan di era Perang Dingin telah bergeser kepada penyerangan terlebih
dahulu terhadap musuh. Tetapi dalam penerapannya AS memperlihatkan hegemoninya
dengan menyerang Afganistan pada tahun 2002 dan Irak pada tahun 2003. Sedangkan
ancaman dua negara tersebut kepada AS belum pasti adanya. Politik pembendungan
dan penangkalan ternyata diterapkan untuk mengidentifikasi sikap-sikap negara
lain terhadap pelaksaan demokrasi liberal, kepemilikan dan pembuatan senjata
destruktif, dan anti terorisme disuatu negara.
Untuk itu Irak, Iran dan Korea
Utara mendeskreditkan sebagai poros kejahatan, Afganistan, Palestina dan
Indonesia sebagai sarang teroris. Selanjutnya Irak diserang dengan tuduhan
kepemilikan senjata pemusnah masal yang menurut anggota Team Inspeksi Senjata
PBB Hans Blix tidak ditemukan.
Dibidang ekonomi Amerika tetap
menerapkan ekonomi kapitalis dan berusaha menjadi kiblat ekonomi dunia. Sikap
hegemoni ini relevan dengan isi Doktrin Bush 2002 bahwa tujuan nasional dapat
di capai bila dilakukan dengan cara menerapkan kebebasan mendirikan usaha.
(Abdul Halim Mahally, 2003:201)
“hanya ada satu model untuk kesuksesan nasional yang sifatnya berkesinambungan;
kebebasan, demokrasi, dan kebebasan dalam mendirikan usaha, Amerika Serikat
akan berupaya membawa harapan berupa demokrasi pengembangan, pasar bebas dan
perdagangan bebas keseluruh penjuru dunia………”.
Oleh sebab itu merupakan tantangan
bagi sistem ekonomi Sosial-Komunis di negara Republik Rakyat Cina, Kuba dan
Korea Utara.
Dibidang keamanan Amerika akan
tetap memproduksi senjata nuklir hal tersebut AS telah menarik kembali
perjanjian pemusnahan senjata rudal jarak jauh ABM 1972 pada tahun 2002.
Hegemoni AS selanjutnya adalah penempatan pasukannya di negara asing walaupun
Uni Sovyet telah bubar, monopoli produksi, penggunaan senjata serta, pelarangan
penggunaan dan embargo senjata. Oleh sebab itu Cina dituduh mencuri ilmu
Amerika, Indonesia diembargo senjata dan pesawat terbang.
C. Penyajian
Pola dan Alur Tema
Periode
kekaisaran Rusia berakhir tahun 1917. Selama periode itu, kaisar Rusia berpihak
pada kaum Feodal. Dengan masuknyua kapitalisme di tangan Tsar. Kesenjangan
sosial terasa semakin bertambah berat. Dari kondisi inilah kaum liberal dan
sosial-kounis lalu mengakhoro Tsar dan mengganti dengan pemerintahan yang sama
sekali baru, Revolusi sosial tahun 1917 telahmengubah Rusia menjadi komunis
dalam emperium Union of Sovyet Socialist Republics (USSR). Dari Rusia mulailah
komunisme disebarkan ke seluruh dunia dan mengancam negara-negara kapitalis
barat. Pemimpin komuns mulai dari Lenin, Stalin sampai Chornenco adalah sosok
proletar yang mendogmakan Optomosme Marxisme-Leninisme yang terus direvisi.
Ironisnya, dogma itu disampaikan dengan teror dalam praktek rezim totaliter.
Perang
Dunia II, duet Amerika Serikat dan Uni Sovyet menunjukkan posisi dominasinya.
Tetapi kemudian saling menancapkan persaingan supremasi adidayanya dalam Perang
Dingin antara Blok Komunis dan Blok Kapitalis-Demokrasi. Sejak presiden AS Truman
sampai George Bush menyebarkan komunis ditentang dengan aksi pembendungan dan
penangkalan. Setelah berkali-kali terlibat konflik ,langkah-langkah détente
terus direalisasikan, walau ketegangan itu masih ada. Akhirnya kelelahan berada
di pihak Uni Sovyet. Kekuatan ekonominya terkuras dan ideolginya tak dapat
menjawab kenyataan zaman. Gorbachev (1985-1991) ingin memperbaiki kerusakan Uni
Sovyet melalui Glastnost dan Perestroika. Ternyata programnya itu hanya menjadi
dadakan runtuhnya komunis Uni Sovyet dan menandai berakhirnya Perang Dingin
antara tahun 1949-1989.
KESIMPULAN
1. Menurut
Marx komunis merupakan masyarakat tanpa kelas, tanpa hak milik semua jadi milik
bersama. Sesudah ajaran Marx direvisi Lenin maka berubah menjadi Marxisme-Leninisme
atau komunis. Marxisme-Leninisme kemudian menjadi ideologi perjuangan Kaum
Balsyewik untuk merebut dan menenangkan revolusi tahun 1917. Komunis lalu
menjadi dasar Legitimasi sistem kekuasaan yang paling totaliter di seluruh
negara Uni Sovyet (1917-1991) Ideologi komunis kemudian disebarkan keseluruh
dunia untuk merevolusi dunia melalui badan komunis dunia komentern yang
dibentuk tahun 1919, tetapi setiap ekspansinya di pecah Amerika Serikat sejak
selesai PD II hingga keruntuhannya tahun 1989-1991. Karena parahnya ekonomi dan
tentangan rakyatnya, Uni Sovyet runtuh. Negara komunis setelah Rusia runtuh
yang lepas berdiri sendiri dibawah Rusia
Ertonia, Ltvia , Lithuania, Bella Rusia, Ukrania, Bella Rusia, Cekronia,
Georgia, Armenia, Azerbaijan, Furmenia, Tajikistan, Kergistan, Kazakstan,
Federasi Rusia, Sponsor USSR. Sekarang masih ada yaitu Cina, Korea Utara ,
Vietnam, Laos dan Kuba.
2. Keunggulan
Amerika Serikat atas Uni Sovyet selama Perang Dingin adalah kepercayaan diri
yang kuat selain nilai-nilai demokrasinya lebih dapat diterima dari pada
komunis yang menebar teror. Anggota-anggota aliansi Blok Barat juga lebih kuat
dan secara geografis letaknya strategis sekarang dapat menggurung Uni Sovyet
dari berbagai arah. Senjata nuklirpun telah siap ditembakan ke jantung Ibukota
Moskow. Kekuatan ekonomi dan senjata AS juga sangat membantu upaya
negara-negara yang terancam invasi komunis. Yang sangat menentukan adalah
kekuatan diplomasi AS atas semua kekuatan yang dimiliki lebih mempunyai daya
tekan. Taktik provokasi dan pengurasan ekonomi, serta keragan Gorbachev
terhadap komunis adalah situasi yang mempercepat ambruknya Uni Sovyet tahun
1991.
3. Amerika
Serikat telah menjadi superpower tunggal. Tekatnya sekarang adalah menciptakan
tata dunia baru mulalui Dontrin Bush NSS-2002. Dominasi Amerika Serikat atas
masalah internasional sekarang dan yang akan datang sangat menentukan
perkembangan dunia ke arah masadepan.amerika Serikat menjadi superpower
tunggal. Hegemonitasnya dapat dilihat dan dirasakan setiap tindakannya menjadi
polisi dunia. Nilai-nilai Americana dijadikan tatanan slobal, sehingga setiap
negara bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ditempatkan dibawah kemauannya.
Dominasi Amerika Serikat (AS) luar biasa meliputi segala bidang. Dunia tetap
berubah, maka Amerika menyusun tata Dunia Baru ditandai dengan Doktrin Bush
NSS-2002. Tindakan Amerika berlebihan akibat ini muncul terorisme
internasional. Sasarannya jelas AS dan kawan-kawannya. Sekarang AS mendapat
lawan baru, oleh karean itu AS memimpin dunia dimulai perang global membasmi
terorisme.
KATA PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan penelitian ini.
Pada
kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan ucapan
terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan
bantuan dan dorongan kepada saya dalam menyelesaikan penelitian ini, terutama
kepada: Dr. Sumaryoto, Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Bapak Heru Sriyono,
MM , Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas PGRI, Bapak ketua LP2M dan
Staffnya.
Dan
berharap semoga semua pihak telah membantu senantiasa Allah SWT membalas dengan
berlipat ganda amin ya robbal alamin. Semoga penelitian ini bermanfaat
hendaknya.
Jakarta, April 2006
Peneliti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar